Rakor Pemdes Dibuka Bupati Nias

Nias,patennews
Bupati Nias Ya’atulo Gulo buka secara resmi Rapat Koordinasi Pemerintah Desa TA. 2021 untuk wilayah Kecamatan Gido, Kecamatan Sogaeadu, Kecamatan Somolo-molo dan Kecamatan Mau bertempat di Gedung Serba Guna Howu- Howu, Rabu (21/07/2021).

Rakor dihadiri oleh Wakil Bupati Nias, Kepala Inspektorat Kabupaten Nias, Kadis PMD Kabupaten Nias, Ketua fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Nias, Kepala OPD Lingkup Kabupaten Nias, para Camat, para Kepala Desa dan Ketua BPD di empat Kecamatan.

Bupati Nias dalam arahannya mengatakan bahwa rapat koordinasi ini menjadi sangat penting demi suksesnya pelaksanaan penyelenggaraan Pemerintah Desa.Rakor Pemdes ini kepala perangkat daerah terkait, Camat, Pemerintah Desa, BPD dapat menyatukan persepsi, meningkatkan sinergitas serta mengevaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Desa dan pembangunan Desa di Kabupaten Nias tahun 2021 yang sedang berjalan.

Bupati juga menyampaikan, terbitnya Undang -Undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, memberikan kewenangan bagi Desa untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati.

Lanjutnya, Bupati berharap agar seluruh kepala desa meningkatkan profesionalisme dengan menguasai ketentuan dan regulasi yang berlaku, kedisplinan kerja dan jalin kerja sama yang baik dengan Perangkat Desa dan lembaga kemasyarakatan desa terutama dengan BPD dan instansi terkait agar dapat memberikan pelayanan yang cepat dan mudah bagi warga Desa.

Bupati mengingatkan kepada Badan Permusyawaratan Desa sebagai mitra pemerintah Desa agar mengoptimalkan fungsi pengawasan kinerja kepala Desa untuk memastikan setiap program yang telah ditetapkan terlaksana dengan baik.

Di akhir arahannya Bupati Nias mengharapkan juga kepada pemerintah Desa agar menyusun Rancangan Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) tahun 2022 dengan menyelaraskan pada visi dan misi Bupati Nias tahun 2021-2024 serta memperhatikan sisi manfaat dan sisi biaya, terkhusus desa tertinggal atau sangat tertinggal agar memprioritaskan pembangunan jalan ke pusat Desa, jalan yang sudah dibuka supaya ditingkatkan pengerasan dan dilakukan kerja sama antar Desa. (AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *