Purba Dituntut 18 Tahun Penjara Gara-gara Simpan 5 Kg Sabu

 MEDAN-Patennews: Ibnu Fajar Purba (36) warga Jalan Kapten Sumarsono, Medan, terdakwa kasus narkoba jenis sabu seberat 5 Kg dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdul Hakim Sarimuda Harahap dengan hukuman 18 tahun penjara. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU)Abdul Hakim Sarimuda Harahap menyebut, selain dituntut dengan hukuman 18 tahun penjara terdakwa juga didenda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan dan menangani agar menghukum terdakwa Ibnu Fajar Purba dengan hukuman 18 tahun penjara dengan denda Rp 1 Miliar dan bila tidak digantikan maka akan digantikan dengan 6 bulan penjara,” sebut JPU kepada Majelis Hakim yang diketuai oleh Merry Dona Pasaribu di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (28/9) sore.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim meminta kepada penasihat hukum terdakwa untuk mempersiapkan nota pembelaan (Pleidoi) yang akan dibacakan di pekan depan.
Diketahui dari dakwaan JPU sebelumnya, perkara ini bermula pada Desember 2019, saat itu terdakwa Ibnu didatangi Suhaimi dan menitipkan sebuah tas berisi sabu. Suhaimi sempat berpesan, jika terjadi sesuatu dengan sabu itu, maka ia siap bertanggung jawab.

“Terdakwa pun menyetujuinya (titip tas berisi sabu) lalu Suhaimi pun membuka dan menunjukan isi tas tersebut kepada terdakwa dan ternyata sabu-sabu, lalu Suhaimi memberikannya kepada terdakwa untuk digunakan,” kata JPU di hadapan Hakim Ketua Ahmad Sayuti.

Setelah merasa aman, terdakwa mengantarkan Suhaimi ke hotel. Esok harinya, Suhaimi datang lagi menjumpai terdakwa dan meminta diantar ke sebuah rumah kost an.

“Setelah itu sekitar pukul 17.00 Suhaimi kembali lagi menjumpai terdakwa untuk meminjam sepeda motor terdakwa dengan alasan untuk menjemput temannya dan terdakwa pun memberikannya,” jelas JPU.

Keduanya juga masih sempat pergi membeli celana dan setelah itu terdakwa mengantarkan Suhaimi ke tempat kosnya, kemudian terdakwa kembali pulang. Namun, ternyata petugas polisi sudah tahu tentang keberadaan terdakwa.

“Saat terdakwa sedang berada di rumah maka para saksi yang telah mengetahui perbuatan terdakwa memperhatikan tingkah laku terdakwa yang mencurigakan, lalu para saksi pun langsung melakukan penggrebekan,” urai JPU

Dari penggrebekan itu, polisi menemukan satu buah tas berisikan tiga bungkus plastik teh warna hijau yang bertuliskan China merek Guanyinwang yang berisikan sabu-sabu seberat 3000 gram dan dua bungkus plastik teh warna warna hijau yang bertuliskan China merek Qing Shan yang berisikan sabu-sabu seberat 2000 gram.

“Saat diinterogasi, terdakwa mengakui terus terang perbuatannya dan sabu-sabu tersebut adalah milik Suhaimi. Lalu para saksi pun melakukan pengejaran terhadap Suhaimi,” ungkap JPU

Namun, karena Suhaimi melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri, polisi kemudian melakukan tembakan peringatan. Namun, Suhaimi masih tetap berusaha melarikan diri sehingga saksi dari petugas kepolisian melakukan tindakan penembakan untuk melumpuhkannya. “Setelah lumpuh Suhaimi dilarikan ke RS. Bhayangkara namun tidak terselamatkan sehingga, Suhaimi tewas. Sedangkan terdakwa dibawa ke kantor Dit Narkoba Polda sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut,” imbuh JPU. (Az)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *