PMII Sumut Dukung Polda Selidiki BLT

Medan-Patennews.com: PKC PMII Sumut sepertinya gerah melihat penyelewengan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Tak tanggung-tanggung, menuangkan kegerahan tersebut, pentolan PMII Sumut itu langsung berkoordinasi dengan Kapolda.

Tak ayal, institusi penegak hukum itupun mengapresiasi, bahkan menegaskan akan membawa persoalan penyelewengan bantuan Covid 19 akan dituntaskan hingga ke meja peradilan.

“Disalah satu desa di Kabupaten Deli Serdang masyarakat penerima manfaat tidak menerima BLT Rp.600.000 melainkan Rp.300.000,” kata Ketua PKC PMII Sumut Azlansyah Hasibuan membongkar kebobrokan penyaluran bantuan, Selasa, (19/5).

Alasan pemotongan itupun sangat aneh, lanjut Azlan, seperti dikoordinir pemotongam itupun ada dasar kesepakatannya, yakni hasil kesepakatan musyawarah desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Tapi anehnya, penerima manfaat tetap menandatangani penerimaan Rp 600 ribu dan di foto. “Masyarakat juga diminta untuk menandatangani surat pernyataan bersedia dan tidak keberatan menyerahkan dari bantuan Rp.300.000 diberikan ke yang lain,” ulasnya.

Namun sayangnya kesepakatan itu ada embel-embel ancaman bagi prnerima manfaat. “Bahkan jika penerima BLT tidak bersedia tanda tangan diancam akan di keluarkan atau batal sebagai penerima BLT Dana Desa.” beber Azlan.

Oleh karenanya, terang Azlan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda, untuk mendukung Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin Msi melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyalahgunaan BLT DD Covid 19.

Dalam koordinasi itu, Kami kepada Kapolda Sumut mentampaikan bahwa di daerah lain juga ada warga diminta untuk mendukung salah satu paslon kandidat kepala daerah jika ingin mendapatkan bantuan BLT DD. “Jika tidak mendukung maka tidak dimasukkan dalam data penerima manfaat BLT DD,” kupas Azlan.

Disampaikan Azlan, pada saat PMII Sumur berkoordinasi, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi menjelaskan telah memerintahkan Direktur Tindak Pidana Khusus Polda Sumut untuk melaksanakan penyelidikan atas dugaan-dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan bansos maupun BLT DD Covid-19 di Sumut.

Selanjutnya Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani MSi menegaskan bahwa penyalahgunaan yang terindikasi kuat telah terjadi, akan diteruskan sampai ke penegakan hukum. “Dan kami tidak perlu sebutkan di sini untuk beberapa wilayah tersebut,” pungkasnya. (BT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *