Medan Peroleh Predikat Pratama Kota Layak Anak, LPA Sumut Miris

Medan – Patennews.com: Kota Medan yang cuma memperoleh Predikat Pratama Kota Layak Anak, dalam 2 kurun waktu berturut-turut. Disoroti sebagai prestasi buruk.

Bahkan, Lembaga Perlindungan Anak Sumatera Utara (LPA Sumut) miris, atas perolehan prestasi Ibukota Sumatera Utara itu, khususnya terhadap pelayanan anak-anak sebagai generasi muda bangsa.

“Kota Medan yang 2 kali berturut-turut memperoleh predikat pratama. Itupun masih sebatas prestise alias wibawa-wibawaan saja,” Kata Ketua LPA Sumut Muniruddin Ritonga, Senin, (12/8).

Soalnya, sambung pria yang akrab disapa Munir, di Kota Medan belum bisa dipastikan jadi Rumah Layak Anak dengan kepastian bahwa di seluruh rumah dijamin Pemko Medan telah ramah anak.

Selanjutnya, dijamin keramahan lingkungan terhadap anak di tingkat kelurahan. “Begitu selanjutnya hingga keramahan anak sampai pada tingkat kota,” ungkapnya.

Kemudian, rinci Munir, dalam menciptakan lingkungan ramah anak di berbagai tingkatan. Pemko Medan harus memenuhi 31 indikator.

Sejauh ini, tegas Munir, berdasarkan telaah dan kajian LPA Sumut, dari 31 Indikator hanya 14 poin yg masih dipenuhi oleh Kota Medan.

Artinya, dalam hal ini perlu ditegaskan bahwa Predikat Kota Layak Anak, bukan hanya prestise semata.”Namun harus dijadikan mainset, demi mewujudkan kepentingan terbaik bagi anak di Kota Medan,” cetusnya.

Dari fakta yang ada belum tergambar kalau Kota Medan punya minset dalam menangani ramah anak. “Di kelurahan mana sih di Kota Medan yang sudah ramah anak,” ujarnya.

Sebetulnya, terang Munir, LPA Sumatera Utara merasa miris melihat Kota Medan yang sudah 2 kali berturut-turut memperoleh penilaian sebagai Kta Layak Anak dengan Predikat Pratama.

Itu artinya, bilang Munir, perkembagan Kota Medan sebagai Kota Layak Anak tidak naik kelas. “Harusnya Walikota Medan mengambil sikap cepat dan tepat,” ulasnya.

Oleh karena itu, sangat diharapkan Wali Kota Medan lebih agresif lagi untuk mewujudkan Ibukota Provinsi ini sebagai kota layak anak yang nantinya betul-betul dinikmati anak-anak.

“Sebagai lembaga yang konsentrasi menangani persoalan anak. Kami siap bersama-sama bergandengan tangan untuk mewujudkan kepentingan terbaik bagi anak,” tutup Munir.(dra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *