Makjang…! Demo Mahasiswa UINSU Sebahagian “Ditunggangi” Preman

Medan – Patennews.com: Jagad pendidikan, khususnya setingkat Perguruan Tinggi (PT) yang selama ini terbilang membanggakan, bahkan dikenal sebagai agen of change atau penggerak perubahan.

Belakangan, makjang…! macem bikin kaget. Gara-garanya, terendus kalau aksi demo sebahagian mahasiswa UINSU diduga bayaran dan ditunggangi preman.

Setidaknya, Selasa (5/11), Relawan Jokowi Ketua Garda Pelita Sumatera Utara Navaro Affandi Lubis SH mengatakan, tidak semua aksi mahasiswa di UINSU benar-benar murni. “Ada beberapa aksi mahasiswa diduga bayaran dan di tunggangi oleh oknum preman yang memang hidupnya dari memeras para pejabat,” cuitnya.

Dia menegaskan. Informasi itu didapati dari investigasi lapangan dan pengakuan salah seorang mahasiswa yang ikut beberapa kali dalam aksi di UINSU.

Menurut Vero, para mahasiswa bayaran tersebut menjalankan peran untuk memframing isu korupsi rektor yang tujuannya terindikasi memeras para pejabat UINSU dan menghambat laju pembangunan yang ada di kampus jajaran Kementrian Agama itu.

“Ada yang mengaku ke saya, bahwa ada oknum mahasiswa di bayar untuk mendemo rektor UINSU. Demo ini di buat untuk menjatuhkan nama baik rektor dan juga bertujuan menghambat laju pembangunan yang sedang berjalan di Kampus UINSU.

“Tetapi mahasiswa tersebut menyesal telah ikut dalam aksi, karena membuat citra UINSU sebagai Universitas Islam menjadi jelek, padahal isu yang di usung dalam aksi tersebut tidak benar sama sekali. Begitu pengakuan mahasiwa tersebut,” beber Vero.

Bahkan Vero mengaku mengetahui dalang aksi mahasiswa tersebut baik oknum yang di dalam UINSU maupun preman yang merupakan orang di luar UINSU

“Sebagai orang tua, dimana anak saya kuliah di UINSU. Saya tidak rela universitas kebanggaan masyarakat Sumatera Utara diobok-obok oleh segelintir orang, hanya demi kepentingan perut semata, dan saya sudah tahu siapa mereka,” cecarnya, sembari tangannya terlihat dikepalkan.

Menurut Vero yang jugw Ketua MPO PP Medan Perjuangan, sejumlah mahasiswa tersebut siap bersaksi jika para preman dan dalang aksi ini di laporkan ke pihak yang berwajib oleh UINSU dan kita siap memberikan pengamanan kepada mahasiswa tersebut.

Anehnya, tambah Vero, dalam persoalan dugaan korupsi Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu UINSU. Instrumen penegak hukum setingkat Poldasu sudah menanganinya.

“Namun sebahagian mahasiswa tetap ngotot melakukan aksi di dalam kampus. Inikan tidak logis dilakukan mahasiswa yang terbilang intelektual. Tentu, idealnya aksi dilakukan di Poldasu. Artinya, fenomena dari gestur aksi tersebut sangat kental dengan aroma bayaran,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, dalam beberapa bulan ini, aksi unjuk rasa mahasiswa di UINSU marak terjadi dengan isu pembangunan gedung yang mangkrak dan menuntut rektor mundur dari jabatannya. (end).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *