Kegigihan dan Disiplin, Harry Patria Raih Gelar Doktor Tercepat dan Terbaik di UI

Medan – Patennews.com: Tekad yang kuat dibarengi kegigihan dalam menuntut ilmu, dan disiplin yang dibangun orang tua dalam keluarga, serta kerasnya kehidupan perantauan, ternyata merupakan rangkaian yang menjadi kunci kesuksesan seseorang.
Harry Patria saat memimpin rapat di salah satu BUMN.

Adalah Harry Patria yang pusaran kehidupannya seperti di atas, kini sukses dalam karir dan studinya. Bahkan pada yudisium pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) pada tanggal 27 Januari 2020, menempatkan anak OK Henry itu, sebagai Doktor dengan peraih indeks komulatif (IPK) tertinggi sekaligus doktor dengan studi tercepat, yaitu 3 tahun.

Harry Patria didampingi OK Henry (orang tua) saat Yudisium di UI

“Merantau membuat seseorang paham makna hidup dan kerasnya hidup yang sesungguhnya. Terutama di tanah rantau, ada dunia luar yang lebih mengasyikan atau bahkan tantangan yang siap untuk diarungi,” kata Harry Patria, kepada Patennews.com, Minggu (02/02).

Dalam perantauan itu, sambung Harry Patria, luasnya dunia dan keragamannya langsung bisa disaksikan dan rasakan. Bahkan akan memunculkan sikap “Persistence is what makes imposibble possible” atau sikap persisten yang mampu merubah yang tidak mungkin menjadi terwujud,” urainya.

Selain itu, pengaruh keluarga khususnya orang tua dengan didikan yang disiplin serta lingkungan masa kecil di Medan yang keras, menjadi pemicu bagi Harry Patria untuk terus menjadi pribadi yang disiplin dan tangguh.

Patria sapaan akrab Patria mengatakan, kalau dirinya terinspirasi dari para pakar manajemen stratejik dunia dalam proses pengambilan keputusan.

“Adalah Prof. Kathleen M. Eisenhardt dari Stanford University, pakar psikologi yang juga peraih nobel ekonomi pada 2002,  Prof. Daniel Kahneman dari Princeton University, peraih nobel ekonomi 2017 dan Prof. Richard Thaler dari University of Chicago,” jelas Patria merinci tokoh yang jadi inspirasinya.

Kemudian Patria melakukan riset, untuk mengetahui bagaimana manajemen dan tim proyek mempengaruhi proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pimpinan proyek.

Dari perbedaan dalam pengambilan keputusan tersebut, terang putra dari Dr. OK. Henry, MSi, dapat dirumuskan tipologi proses pengambilan keputusan dalam kasus inisiasi proyek. “Jalur yang paling berpengaruh adalah keberagaman tim proyek yang mempengaruhi pengambilan keputusan secara politik, melalui negosiasi, lobby, pengendalian agenda rapat,” ulasnya.

Sementara, lanjut Patria, jalur lain yang berpengaruh adalah pengambilan keputusan secara rationalitas prosedur dan intuitif, melalui data dan informasi serta pengalaman dan dugaan para ahli. Publikasi Scopus di jurnal bergengsi di Asia dengan semantic analytics 1218 artikel scopus.

Pria kelahiran Medan 19 September 1985 ini juga menceritakan, sebelum mengumpulkan data dari responden, Ia telah menstudi 1218 artikel scopus tentang pengambilan keputusan selama 48 tahun dari tahun 1971 sampai dengan 2018.

Hasilnya tak tanggung-tanggung, pria Peraih beasiswa doktor Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan itupun, berhasil mempublikasikan paper jurnal bergensi di Asia yaitu Asian Journal of Business and Accounting (AJBA), pada bulan Desember 2019 dengan judul Intellectual Structure and Scientific Evolution of Strategic Decision in the Field of Business and Management (1971 to 2018).

Sebagai data analytics expert, Patria mendalami cara pengolahan data dengan software komputasional modern dan coding untuk memvisualisasikan ribuan bahkan jutaan data, sehingga menemukan insights yang dapat digunakan untuk menelusuri evolusi pengambilan keputusan.

“Terdapat 3 cluster utama dalam proses evolusi pengambilan keputusan yaitu rationalitas, intuisi dan politik, dimana politik cenderung digunakan dalam konteks pengambilan keputusan yang negatif, dalam arti mengguntungkan golongan tertentu dibanding kepentingan perusahaan,” urai Patria menjelaskan hasil pendalamannya terhadap evolusi pengambilan keputusan.

Bukan itu saja, sebagai praktisi manajemen proyek, Patria menemukan fakta menarik bahwa proyek yang diinisiasi oleh manajemen menengah (bottom up) memang menggunakan cara politis namun dalam konteks yang positif demi keberlanjutan perusahaan di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, Patria terpanggil untuk meriset bagaimana proses pengambilan keputusan pada proyek tersebut, khususnya bagaimana pimpinan proyek menyikapi keberagaman tim dan pengaruhnya terhadap proses pengambilan keputusan.

Dengan dukungan dan bimbingan dari promotor Sari Wahyuni PhD, pakar manajemen Universitas Indonesia sekaligus Presiden Indonesia Strategic Management Society (ISMS) dan Rr. Ratih D. Kusumastuti, PhD,  Patria berhasil mempertahankan disertasi pada tanggal 15 Januari 2020 dan menjadi lulusan pertama dan satu-satunya di angkatannya yang mulai kuliah di semester 1 sejak Februari 2017.

Dengan pencapaian tersebut, Patria berhasil melanjutkan pencapaian sebelumnya sebagai Lulusan Terbaik dengan Predikat Cum Laude di program S2 Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia sekaligus mendapatkan sejumlah penghargaan diantaranya Tesis Terbaik Ilmu Ekonomi 2015 dan The Best Paper pada konferensi internasional Economics & Finance Indonesia yang dimotori oleh LPEM UI dan Asian Development Bank (ADB).

Patria konsisten mendalami proses pengambilan keputusan di sektor migas Indonesia dengan paper berjudul Oil Exploration Economics: Empirical Evidences from Indonesia Geological Basins. The ADB Best Paper Award pada konferensi Economics & Finance Indonesia dan Tesis Terbaik Ilmu Ekonomi tahun 2015.

Membanggakannya lagi, meski Patria pemuda asli Medan Tembung dan beranjak dari sekolah pinggiran, SMU Negri 11, namun prestasi studinya selain peraih doktor tercepat, juga sebelumnya telah Lulus S2 dua kali yakni dari Magister Teknik Kimia dan Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia dengan predikat cum laude dan lulusan tercepat.

Dengan kegigihannya sejak di SMU, Patria juga telah menembus mimpi menjadi mahasiswa teknik ITB dan saat ini telah menjadi ekonom dan data scientist terkemuka.

Bahkan kegigihan Patria ketika SMU dalam belajar, agar nantinya bisa duduk dbangku kuliah ITB, sempat mengkhawatirkan orang tua dan teman-temanya. “Karena belajar yang terlalu kuporsir keluarga dan teman juga sempat khawatir, sampai-sampai mengingatkan agar tidak terlalu berlebihan dalam belajar,” sebut Patria mengenang masa-masa belajar di tingkat SMU.

Dengan doa, niat, dan kerja keras, Patria berhasil lulus melalui jalur reguler Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) di program favorit Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2003.

Setelah lulus, Patria langsung bekerja sebagai insinyur proses di perusahaan konsultan perminyakan untuk merancang desain teknik fasilitas migas baik di darat maupun di laut.

Sambil bekerja, Patria melanjutkan proses belajar di program S2 Teknik & Manajemen Gas Universitas Indonesia. Dengan riset pengolahan dan pemprosesan gas, Patria lulus pada tahun 2011.

Setelah lulus, Patria mengikuti seleksi dan diterima sebagai Senior Business Developer di Perusahaan Gas Negara (PGN) pada tahun yang sama.

Selanjutnya pada tahun 2012, Patria lulus seleksi dan diterima sebagai Senior Analyst LNG & LPG di SKK Migas.

Sambil bekerja, lulusan terbaik SMU Negeri 11 Medan inipun melanjutkan kembali proses belajar di program S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia tahun 2013. Dengan persistensi dan disiplin yang tinggi, Patria berusaha untuk membagi waktu antara bekerja dan belajar sehingga lulus tercepat dengan predikat Cum Laude dan lulusan terbaik dengan sejumlah penghargaan di tahun 2015.

Di tahun tersebut, karirnya mulai menanjak ke level manajerial pada saat berpindah kerja ke salah satu Perusahaan Modal Asing yang bergerak dalam pembangkit listrik dan energi terbarukan dengan posisi Senior Manager Pengembangan Bisnis.

Sambil bekerja, Patria tetap terus belajar dengan menjadi asisten dosen Mikroekonomi untuk mahasiswa S2 Ilmu Ekonomi dan Magister Perencanaan Kebijakan Publik Universitas Indonesia sejak lulus tahun 2015 hingga sekarang.

Pada akhir 2015, Patria mengikuti seleksi beasiswa LPDP dan diterima sebagai awardee untuk program doktoral. Dengan alasan bahwa pengetahuan dan pengalaman merupakan dua hal yang harus diintegrasikan, Patria memilih untuk mendapatkan banyak pengetahuan melalui bangku kuliah, sembari tetap mendapatkan banyak pengalaman langsung di lapangan.

Pada akhir 2016, Patria diterima melalui proses seleksi mahasiswa doktoral di program S3 Ilmu Manajemen kekhususan Manajemen Stratejik. Dengan persistensi dan kedisiplinan tinggi, anak dari Dr. Ok Henry eks. Kepala Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, sudah terbiasa untuk membagi waktu antara belajar dan berkarya baik sebagai praktisi industri, konsultan, peneliti maupun pengajar.

Tidak jarang Patria hanya tidur 2 jam saja dalam sehari bahkan pernah tidak tidur non-stop selama 3 hari. Rencana selanjutnya: menjalankan konsultan data, analytics & intelligence.

Pada awal 2017, Patria mulai mendalami data analytics yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Kemampuan pengolahan data baik secara deskriptif, diagnostik, prediktif maupun preskriptif merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh Data Scientist di era digitalisasi data dan bisnis saat ini.

Berkat kemampuan tersebut, Patria dipercaya untuk memimpin proyek digitalisasi data analytics di sejumlah perusahaan BUMN dan modal asing baik diantaranya dari sektor energi, mineral, keuangan, dan agribisnis.

Puncaknya, Patria meluncurkan Petrofin Business Intelligence yang mendapat penghargaan sebagai The Best Innovation of The Year 2019 oleh Elnusa Tbk. Sebagai pimpinan departmen Corporate Strategy di salah satu perusahaan member Pertamina di bidang distribusi dan trading migas, Ia mendesain dari awal sampai akhir dashboard business intelligence dengan mengkombinasikan data statistik ekonomi, industri, demografi, bencana alam dan operasional dan finansial perusahaan dalam rangka mereformulasi strategi perusahaan dan competitive intelligence.

The Best Innovation of The Year dengan Inovasi Petrofin Business Intelligence oleh Elnusa Tbk. 2019

Chief Economist & Strategy di Indonesia Komoditas Indeks ini semakin mendalami advanced analytics khususnya predictive analytics menggunakan software diataranya Python, Tableau dan Power BI. Sejak awal Januari 2020, Patria fokus menjalankan konsultan data, analytics & intelligence dengan nama Patria & Co. dengan sejumlah proyek diantaranya dari sektor energi dan telekomunikasi.

Ke depan, Patria juga berencana untuk belajar kembali khususnya di Ilmu Komputer dengan kekhususan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) serta Machine Learning.

Tak lupa, Patria ucapkan terima kasih kepada orang tua, sebagai sumber insiprasi yang telah mengantarkan seorang Harry Patria meraih mimpi-mimpinya.

Saat ini, Patria menikmati dedikasinya sebagai Konsultan Data Analytics di sejumlah perusahaan BUMN dan Multinasional. Dia teringat dengan pesan ayahnya dalam bahasa batak “Sasittongna , molo dipahabisho jatah gagalmu, olo dang olo ho ikkon hasea”.  Artinya, “Sesungguhnya jika engkau menghabiskan jatah gagalmu , mau tidak mau kau akan berhasil”.

Bagi Patria, kata-kata bijak ini sesungguhnya menjadi pengingat baginya, sebab hingga saat ini dirinya terus berusaha dan belajar sebisa mungkin untuk menjadi yang terbaik.

RESEARCH & PUBLICATION

  1. Intellectual Structure of Strategic Decision in the Field of Business and Management 1970-2018. Asian Journal of Business and Accounting vol 2, 2019 Univ. of Malaya https://ajba.um.edu.my/article/view/17237
  2. Oil exploration economics: Empirical Evidence from Indonesian Geological Basins. Economics and Finance Indonesia Journal, 2015 http://efi.ui.ac.id/index.php/efi/article/view/514.
  3. Global market research projects in mining, mineral and agriculture sectors serving clients of Coalindo Energy-Argus under consulting contract with PT Indeks Komoditas Indonesia, since July 2018 to present.
  4. Industrial outlook and strategic review of Indonesia Cement Industry, Bank Mandiri (Persero) Corporate Banking under individual consulting contract, July 2019

AWARDS

  1. The Fastest Graduate in Class of 2016, PhD in Strategic Management, University of Indonesia 2020.
  2. The Best Innovation of The Year – CIP Elnusa Tbk. 2019: BizGen (Petrofin Business Intelligence).
  3. PhD Scholarship – Indonesia Endowment Fund for Education, LPDP Ministry of Finance 2015.
  4. The Best Thesis of The Year – Dean of Faculty of Economy & Business, UI 2015.
  5. The Best Recommendation Paper – MPKP FEB UI 2015.
  6. The Best Paper on Economics and Finance Indonesia – ADB & LPEM Conference 2015.
  7. ITB’s delegation to present national submit on SNFATK ITS Surabaya 200.
  8. The Best Graduate, Senior High School – SMUN 11 Medan 2003

4 tanggapan untuk “Kegigihan dan Disiplin, Harry Patria Raih Gelar Doktor Tercepat dan Terbaik di UI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *