Founder Korma Preneur, “Penusuk Syeikh Ali Jaber Orang Gila Apa Pembunuh Bayaran?”

MEDAN-Patennews: Beredar pemberitaan di Media Online, Cetak dan Media Sosial tentang pendakwah sekaligus Ulama Syeikh Moh. Ali Jaber ditikam orang tidak dikenal. Itu terjadi saat Syekh Ali Jaber sedang mengisi kajian di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Minggu (13/9) sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Di mana Syeikh Moh. Ali Jaber yang kala itu sedang mengisi kajian Minggu dan Wisuda Tahfiz Quran, ketika beliau sedang menguji salah satu santri dan akan berfoto bersama orang tua santri tiba-tiba didatangi seorang pria kurus berbaju biru di atas panggung. Yang seketika itu juga langsung menghunuskan senjata tajam ke arah Syeikh Moh. Ali Jaber. Syeikh sempat menghindarinya, namun tusukan itu tetap mengenai salah satu tangannya.

Akibatnya, Syeikh mengalami luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk diberikan pertolongan. Pelaku  yang menikam ustad tersebut tertangkap oleh para peserta kajian yang ada dilokasi tersebut, yang langsung membawa pelaku ke kepolisian.

Hal itu mengundang pandangan dari para tokoh, para aktifis dan para penggiat agama. Termasuk Founder Komunitas Remaja Masjid Entrepreneur (Korma Preneur) saudara Muhammad Mas’ud Silalahi turut memberikan pandangannya terhadap pelaku penusukan Ulama tersohor itu.

Menurut Muhammad Mas’ud Silalahi, penusukan Ulama tersohor Syeikh Moh. Ali Jaber ada kejanggalan, setelah beredar informasi dari group whatsap, media sosial dan berita media online bahwa pelaku adalah orang gila.

Dilanjutkan Founder Korma Preneur, saya berharap pihak kepolisian lebih mendalami kasus dugaan percobaan pembunahan berencana yang mengakibatkan tangan Syikh Moh. Ali Jaber dijahit sampai beberapa jahitan akibat menghindari penusukan yang diarahkan ke beliau.

“Saya khawatir persoalan ini sudah direncanakan jauh hari dengan rapih dan matang, dugaan saya ada aktor intelektualnya yang menyusun, sehingga membuat resah para Ulama akibat teror yang dilontarkan”, terang Mas’ud .

Pun demikian, saya tetap berharap itu hanya sebatas dugaan saya saja dan semoga pikiran saya itu salah. Maka demi untuk menjaga persepsi dan prasangka ataupun dugaan-dugaan masyarakat meluas, kami memiliki harapan terhadap pihak kepolisian agar menuntaskan persoalan itu sampai ke akar-akarnya.

Saya juga meminta kepada seluruh anggota Korma Preneur dan atau partisipatisan Korma Preneur dimanapun berada untuk menjaga, melindungi dan mengawal para Ulama dan Tokoh Bangsa dari ancaman teror dan ancaman penikaman dari orang gila yang ada di sekeliling mereka, kita harus jalin silaturrahim ke para pejuang Islam, para brigade-brigade dakwah dan laskar-laskar Islam guna untuk menguatkan ukhuwah islamiyah wa ukhuwah wathoniyah serta dapat terus berkoordinasi dan bergandengan tangan bersama-sama mengawal para Ulama dan Tokoh Bangsa. Tutup Muhammad Mas’ud Silalahi Founder Komunitas Remaja Masjid Entrepreneur Indonesia.(dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *