Divonis Seumur Hidup, Amiruddin Mengerang : Mainkan Aja…!

Medan – Patennews.com :
Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan yang dipimpin Sayuti vonis terdakwa Amiruddin, (24), Mahasiswa, Warga Aceh dengan pidana penjara seumur hidup.

Seperti tak terima, usai di vonis kurungan selama dia hidup sampai saat ini, Amiruddin mengerang dan tampak di papah petugas keluar dari ruang Cakra 2 PN Medan.

Bahkan saat ditanyai tanggapannya terhadap putusan seumur hidup, Amirrudin naik pitam. “Udahlah, gas aja, gas kalian aja,” singkatnya dengan penuh emosi, sembari melambaikan tangan kirinya keatas.

Saat sidang, Majelis Hakim dalam amarnya menyatakan Amirrudin terbukti bersalah, tanpa hak bersama-sama melakukan tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu-sabu yang beratnya lebih dari 5 gram.

Hakim Sayuti yang membacakan putusan mengatakan bahwa perbuatan Amirrudin dalam pemberatannya bersalah melawan program pemberantasan narkoba yang digagas pemerintah.

“Berdasarkan fakta-fakta yang diungkap dipersidangan, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan pidana Narkotika sehingga Majelis hakim perlu memberikan putusan sesuai dengan perbuatannya,” ucap Sayuti pada sidang yang berlangsung Rabu (21/11) sore.

“Mengadili terdakwa Amirrudin dengan pidana penjara selama seumur hidup,” tegas Sayuti dalam amar putusannya.

Usai menuntaskan pembacaan putusan tersebut, Hakim Sayuti langsung menanyakan sikap Amiruddin yang duduk di kursi pesakitan, tanpa didampingi penasihat hukumnya. “Saya minta waktu pikir-pikir Pak Hakim,” ucap Amiruddin.

Hakim Sayuti langsung mempersilakan waktu selama tujuh hari menunggu keputusan Amiruddin menanggapi putusan seumur hidup itu.

“Kamu punya hak untuk berpikir selama tujuh hari. Sejatinya berpikir adalah pelita hati, Silakan kamu gunakan,” ucap Hakim Sayuti kemudian mengetuk palu menutup sidang.

Sementara, menanggapi putusan seumur hidup di mana putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sarjani Sianturi yang menuntut pidana mati, JPU pengganti Zaki mengatakan akan mengajukan banding setelah bermusyawarah dengan pimpinan.

“Kita bermusyawarah dulu ya bang. Lagipula ini perkara Ibu Sarjani namun saat ini beliau sedang ke Jakarta ada sedikit pelatihan. Untuk putusan ini kita kemungkinan akan banding,” ucap Zaki kepada wartawan.

Diketahui Amiruddin ditangkap oleh personel kepolisian Polrestabes Medan sesudah pengembangan atas tertangkapnya Dedi Sahputra dan Zulkifli alias Joel pada 25 Februari 2018.

Saat itu, Amiruddin yang masih kuliab semester 5 di salahsatu kampus di Kota Medan hendak bertemu dengan Dedi Sahputra. (Jar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *