Makjang…! Tak Objektif, Pengurus PMII Kota Medan Dijotos Senior

“Seharusnya beliau (red, oknum senior PMII Sumut) menjadi penengah, ini malah menjadi bandit di hadapan para kader-kader. Inilah salahsatu bentuk contoh yang tidak pantas ditiru sebagai senior organisasi kemahasiswaan Islam”

Medan – Patennews.com: Mahasiswa pengurus PMII Kota Medan, mendadak heboh. Prihalnya, pentolan organisasi kemahasiwaan ditingkat Ibu Kota Provinsi Sumut itu diributi para kader yang juga diwarnai oleh senioran. Makjang…! terkejutnya lagi, salahsatu  pengurus berujung dijotos senior.

Setidaknya, kemarin, PK PMII FITK UIN Sumut  (Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara), Ahlun Najah Hasibuan mengatakan, kalau pihaknya sebagai pengurus komisariat tidak diikut sertakan PC (Pengurus Cabang) PMII Kota Medan, dalam kegiatan (RTK) Rapat Tahunan Komisariat UIN Sumut.

Meski tidak diikutkan, sambungnya, dan terkesan PC PMII Kota Medan tak objektif serta menabrak aturan, namun secara roda organisasi tetap dilakukan upaya-upaya persuasif. “Bahkan kami mempertanyakan, apa masalahnya sehingga tidak disertakan dalam kegiatan RTK UIN Sumut,13 Januari 2019 itu,” cetus Ahlun Najah.

Tapi sayangnya, sambung Ahlun Nahaj, sikap Jhoni Sr selaku ketua di PC PMII Kota Medan, malah mempertontonkan prilaku yang tidak santun kepada para kadernya di tingkat paling ujung tombak itu, bahkan terkesan menyinggunga dan melecehkan PK FITK UIN Sumut.

Ketika itu, sontak saja terjadi adu mulut, jelasnya, bahkan akhirnya kamipun tak sabar dan mengeluarkan sikap mosi tak percaya. “Biyar ente tau, tanpa PC Kota Medan yang ente ketuai itu, PK FITK UINSU tetap eksis dalam bentuk kegiatan apa pun,” sebut Ahlun Nahas merinci kejadian saat-saat adu mulut dengan ketuanya di tingkat Kota Medan itu.

Dia juga menambahkan, saat itu dirinya bersasama; Sekjen  Dayat dan Senior PC PMII FITK UIN Sumut M Ilyas Sipahutar. “Mulanya berniat hanya untuk mempertanyakan, namun situasi tak terkendali salah seorang senior lainnya sempat menjotos salahsatu PC PMII Kota Medan itu,”ungkapnya.

Menyikapi itu, M Ilyas Sipahutar yang juga salahsatu senior dalam organisassi tersebut mengatakan, sangat menyayangkan persoalan itu terjadi, hanya karena persoalan beda pandangan dalam melihat aturan roda organisasi, seharusnya bisa diselesaikan secara arif, bukan dengan keributan.

Apalagi, lanjutnya, sampai terjadi adu jotos, dan itu malah dilakukan oleh senior dari para kader PMII sendiri. Mirisnya lagi, senior tersebut malah pernah menjabat sebagai Ketua PKC PMII Sumut, namun dihadapan kader malah mempertontonkan jotosannya, khususnya kepada Kaswari Saut sebagai korbannya.

“Seharusnya beliau (red, oknum senior PMII Sumut) menjadi penengah, ini malah menjadi bandit di hadapan para kader-kader. Inilah salahsatu bentuk contoh yang tidak pantas di tiru sebagai senior organisasi kemahasiswaan Islam,” ketusnya. (dra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *