Desak Pungutan AKAP Dishub Medan Ditangani, Forsu Geruduk Kejati Sumut

Medan – Patennews.com:  Puluhan orang menamakan diri  Forum Rakyat Sumatera Utara (Forsu) menggelar aksi dipelataran Kejaksaan Sumatera Utara (Kejatisu). Hal ikwal tuntutannya, adalah meminta agar berbagai pungutan di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, di tangan institusi penegak hukum paling wahid di provinsi yang memiliki Danau terbesar  satu-satunya di dunia itu.

“Kami  menduga pengurusan perpanjangan Surat Perintah Tugas (SPT) per 3 bulan tidak masuk ke kas anggaran daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Koordinator Aksi, Fajar Daulay membacakan pernyataan sikapnya di pelataran Institusi Adhiyaksa, Jln AH Nasution, Senin (6/8).

Kemudian, teriak Fajar dengan pengeras suara, pengutipan setoran pada poll-poll bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). ”Selain meresahkan, pengutipan itu juga diduga kuat tak masuk kas daerah. Periksa dan usut oknum PNS yang melakukan pengutipan,” tegas Fajar, yang kemudian disambut yel-yel  peserta aksi. ”Tangkap, tangkap, tangkap yang diduga pungli sekarang juga”.

Bukan cuma itu, pungutan lainnya juga mendapatkan sorotan yakni, pungutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). “Dari investigasi Forsu, kuat dugaan pungutan untuk angkutan umum itu juga diduga kuat tidak masuk ke kas daerah sebagai PAD,” celotehnya.

Tak hanya itu, sambung Fajar, pengurusan surat ke laikan KIR juga penuh indikasi penyelewengan. Begitu juga dugaan korupsi pemasangan lampu jalan tiang tinggi hingga ke pembangunan dan pemeliharaan Halte Bus Trasmebidang yang mencapai milyaran rupiah.

Sebagai pembanding, maraknya sinyalemen korupsi terhadap berbagai pungutan di Dishub Medan, yakni, yang tertuang pada LPJP kota Medan target PAD tidak tercapai. “Karenanya, kami meminta kepada instansi penegak hukum untuk berani melakukan terobosan langkah hukum, sepeti melakukan pengintaian hingga Operasi Tangkap Tangan (OTT),” bilangnya.

Fajar dalam pernyataannya juga meminta Walikota Medan untuk melakukan evaluasi Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan. Begitu juga selanjutnya, Kepala Dinas Perhubungan melakukan evaluasi terhadap Kabid Perparkiran.

Akhir orasinya, Fajar  dengan pengeras suara memberikan pesan agar oknum aparatur Dishub Medan yang menangani pemungutan-pemungutan supaya bekerja amanah. “Jangan korbankan pendapatan asli daerah, amanahlah dan jangan mau menikmati uang rakyat untuk kebutuhan pribadi atau kelompok,” cetus Fajar memberikan amanat. (zir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *