Bravo…! Polrestabes Medan Bekuk 4 Pelaku Becak Hantu

MEDAN-Patennews: Unit Jatanras Polrestabes Medan membekuk 4 pelaku pencurian yang dikenal dengan Becak Hantu dan sempat viral di Media Sosial setelah aksinya terekam CCTV. Dua diantaranya terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur lantaran melakukan perlawanan kepada petugas.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing mengatakan ke empatnya dibekuk di Gang Apel pasar 8 garapan Helvetia Medan pada (26/9) sekitar pukul 06.00 WIB.
“Pelaku dibekuk berdasarkan laporan dari Ricardo Pane warga Jalan Flamboyan Raya perum Tanam Anggrek no 43 Kecamatan Medan Selayang seperti yang tertuang pada Laporan polisi No: LP/  942 / IX / 2020 / SPKT Sek Medan Baru, Tanggal  19 September 2020,” katanya, Selasa (29/9).

“Pencurian itu terjadi pada Jumat (18/9) sekira pukul 06.00 WIB di Jalan Jamin Ginting no 104 tepatnya di salon Elma, pada saat itu ketika pelapor bangun dari tidur langsung keluar dari kamar dan melihat sepeda motor yamaha mio nya sudah tidak ada lagi  lalu korban merasa keberatan dan membuat laporan ke polsek medan baru guna proses hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Kemudian sambung Martuasah, 8 hari setelah pencurian Personil Timsus dipimpin Kanit Pidum dan Panit Jatanras mendapat informasi dari masyarakat keberadaan para tersangka sedang berada di Gang Apel pasar 8 Garapan Helvetia. Kemudian tim meluncur ke tkp dan langsung mengamankan para tersangka.

“Para tersangka bernama Helen Pasaribu (28) warga Jalan Elang 2 no 89 Perumnas Mandala, Lena Samosir (40) warga Jalan Prasaja barat K278 Sunggal, Antoni Samuel Pasaribu (17) warga Jalan Elang 2 ujung Perumnas Mandala, Krisna Bayu (20) warga Tembung pasar V Sebelah gg baru,” ungkapnya.

Pelaku mengakui perbuatannya dan pada saat dilakukan pengembangan tersangka Krisna Bayu dan Antoni melakukan perlawanan kepada petugas. “Keduanya terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur di bagian kaki kedua tersangka, lalu keduanya diboyong ke Rumah Sakit guna pertolongan pertama, selanjutnya dibawa ke Polrestabes Medan guna proses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (Az)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *