17 Regu Ikuti Musabaqah Syahril Qur’an IX Kota Gunungsitoli

Gunungsitoli-Patennews.com: Perlombaan Cabang Syarhil Quran pada MTQ IX Kota Gunungsitoli 2020 yang diikuti 17 regu, yakni 7 regu putra dan 10 regu putri, di gelar selama 2 hari, mulai tanggal 20 hingga 21 Maret 2020, di Gedung Pondok Pesantren Putri Ummi Kalsum, Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli. (21/03)

Informasi dikumpulkan Patennews.com, para peserta dari 17 regu  yang usianya antara 15 – 18 tahun diketahui merupakan utusan Kecamatan Gunungsitoli Utara dan Gunungsitoli Idanoi sebanyak 2 regu. Kemudian utusan keterwakilan tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Selanjutnya utusan untuk Sekokah Lanjutan Tingkat Atas  (SLTA) terdiri dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Madrasah Aliyah (MAN) maupun Madrasah Aliyah Swasta (MAS) sebanyak 8 regu

Adapun nama-nama sekolah yang mengirimkan regunya adalah, Madrasah Aliyah Swasta Ashabul kahfi, Madrasah Aliyah Swasta Ummi Kalsum, Madrasah Tsanawiyah Swasta Nadhlatul Ulama, sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 32, Madrasah Tsanawiyah Swasta Ummi Kalsum, dan Madrasah Tsanawiyah Negeri ).

Sementara Muhammad Al-Habib selaku sekretaris pelaksanan kegiatan mengatakan, untuk waktu tampil setiap regunya dibatasi antara 15-20 menit. “Dalam waktu tersebutlah juri mengambil keputusan untuk melakukan penilaian terhadap regu,” jelasnya.

Diterangkan Alhabib bahwa Musabaqah Syarhil Qur’an adalah bidang musabaqah yang mengungkapkan isi kandungan Al-Qur’an dengan cara menampilkan bacaan, puitisasi/terjemah dan uraian yang menunjukan kesatuan yang serasi.

Sehingga lanjut Alhabib, peserta terdiri atas tiga orang terdiri atas seorang pembaca ayat, seorang pembaca terjemah/puitisasi, dan seorang pengungkap isi kandungan Al-Qur’an.

Sedangkan materi yang disampaikan dalam musabaqah pada bidang syarhil ini adalah berbagai topik yang memiliki landasan keseharian sekitar yang terdiri atas aqidah, ibadah, akhlak, kemasyarakatan/muamalah, dan lainnya.

Adapun tatacara penampilan cabang Syarhil Quran ini adalah setiap peserta tampil di panggung secara bersama dalam satu regu, lalu mengucapan salam disampaikan oleh pensyarah di awal dan di akhir penampilan dengan urutan penyajian adalah pembaca ayat, penerjemah, dan pensyarah.

Ada tiga bidang penilaian dalam cabang Syarhil Quran ini, yakni pertama, bidang ketepatan terjemah dan materi, sistematika dan Isi serta kaidah dan gaya bahasa.

Kedua, bidang penghayatan dan retorika meliputi vokal dan artikulasi, intonasi dan aksentuasi, gaya dan mimik dan kesopanan dan keserasian. Dan ketiga, bidang tilawah, meliputi penilaian dalam hal tajwid, lagu dan suara dan fashahah.

Adapun majelis hakim/dewan juri serta yang membidangi di antara lain sebagai berikut: Bidang sarahan: Ust. Dr. M. Abdi Lbs, M.Si dan Muallimah Dra.Herniati Ziliwu. Bidang tilawah: Ust. Akmal Nas Hulu,S.Pd dan Muallimah Sri Mawarni Hia. Bidang retorika dan penghayatan ust. Budiman Alamsyah Telaumbanua SPd dan ust. Wajidin Telaumbanua SE. (AD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *