Launching Sufi’s Kopi, Dr Hasrat: Mengingatkan Inisiasi Tasawuf Buya Hamka

Medan-Patennews.com: Launching atau pembukaan kafe dengan nama Sufi’s Kopi milik Tuan Guru Batak (TGB) Sabban Rajagukguk. Ternyata, selain berbasis usaha, namun punya sisi inisiasi spritual yang menarik.

Tak tanggung-tanggung, magnet launching warung kopi tersebut menarik perhatian kalangan aktifis dan akademisi spritual. Bahkan setingkat Prof Dr Saidurrahman juga Rektor UIN Sumut dan Dr Hasrat Samosir hadir dalam pembukaan “warung kopi” yang nantinya diharapakan jadi tempat silaturrahminya penggiat-penggiat keagamaan di negri ini.

“Begitu menghadiri launching ini, sepintas dibenak saya menggelayut, kalau ranah ilmu tasawuf ternyata harus berkembang dan terus menggali landasan-landasan hukum sufistik,” ulas Dr Hasrat Samosir, dalam sambutan pembukaan, Senin (10/2).

Dalam sejarah kenabian, lanjut Hasrat, Nabi Muhammad dan para sahabat disaat siang hari seperti singa, artinya semua kegiatan dilakukan secara gigih. Bahkan dalam berusaha turun ke pasar untuk berdagang.

Sedangkan di malam harinya, secara totalitas medekatkan diri dengan Sang Khalik, baik menunaikan ibadah maupun muzakarah untuk pendalaman ilmu-ilmu agama.

“Saya kira apa yang dilakukan TGB Sabban Rajagukguk saat ini, selaku pimpinan salahsatu pondok persulukan, merupakan inisiasi sufi yang mengacu pada landasan hukum yang kuat, khususnya, pada riwayat ke-nabian,” urai Hasrat mendudukkan paham.

Hasrat juga menambahkan, kalau apa yang menjadi gagasan atau inisiasi TGB di dunia sufi, sebelumnya juga dilakukan oleh pendahulu-pendahulu sufi. Seperti, Buya Hamka pada eranya juga pernah melakukan gagasan dalam dunia sufi.

“Artinya salik atau seorang sufi itu bukan cuma duduk diam di malam hari, namun tidak melakukan usaha atau upaya yang maksimal di siang hari,” urainya.

Sementara, Sugiat Santoso merupakan aktifis yang lahir dari organisasi ke-Islaman yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dalam sambutannya mengatakan, para tokoh sufi dan pejuang-pejuang Islam yang menghiasi dinding warung kopi ini sebagai bentuk bahwa seluruh paham Islam nantinya di sinilah tempat berhimpunnya.

“Apa yang dilakukan TGB Sabban Rajagukguk ini adalah terobosan yang sabgat mengharukan, semoga apa yang menjadi niat pendiri dapat berjalan sesuai harapan,” tandasnya.

Sebelumnya, TGB dalam sambutannya mengatakan, didirikannya Sufi’s Kopi ini, diharapkan jadi wadah berkomunikasinya penggiat-penggiat keagamaan.

“Untuk menyiapkan diskusi keagaamaan kita akan buka dari pagi sampai pagi. Artinya momentum-momentum muzakarah dari berbagai kalangan, yang akan melakukannya di sini, akan kita fasilitasi,” tegasnya. (dro).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *