Potensi Ganja Madina

Oleh : Datuk Imam Marzuki

Mandailing Natal adalah daerah dataran rendah dan dataran landai adalah daerah yang subur,kelembaban tinggi dengan curah hujan relatif tinggi. Secara topografis Kabupaten Mandailing Natal terbagi atas wilayah dataran rendahyang merupakan daerah pesisir dengan elevasi 00-20 seluas 160.500 Ha (24,24%),wilayah dataran landai dengan elevasi 20-150 seluas 36.585 Ha (5,49%) danwilayah dataran tinggi yang dibedakan atas daerah perbukitan dengan elevasi 150-200 seluas 112.000 Ha (16,91%) dan daerah pegunungan dengan elevasi 200-400seluas 353.185 Ha (53,34%).Sektor pertanian sebagai sektor prioritas dalam pelayanan urusan pilihanmerupakan sektor unggulan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakatKabupaten Mandailing Natal. Lebih dari 70% penduduk berusaha pada bidangusaha pertanian tanaman pangan, perkebunan, perikanan, dan peternakan.

Mandailing Natal juga mendapatpenghargaan “Agro Inovasi” dari Menteri Pertanian Republik Indonesia atasdukungan kerjasama penelitian, inovasi, dan perkembangan pertanian. Maka secara sektoral pertanian juga secara terus menerus menjadi leading sektor.Pembangunan ekonomi pada dasarnya mengoptimalkan bagaimanaperanan sumber daya dalam menciptakan kenaikan pendapatan yangterakumulasi pada sektor–sektor ekonomi. Termasuk tanaman ganja sebagai salah satu keanekaragaman hayati di Indonesia yang memiliki potensi dibidang ekonomi cukup besar sesuai dengan amanat yang tertuang pada Pasal 33 ayat 3 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Dimana bumi dan air dan kekayaan alamyang terkandung di dalamnya di kuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnyakemakmuran rakyat. Pasal ini bermakna bahwa segala sesuatu mengenai sumber daya alamtermasuk di dalamnya air beserta kekayaan alam lainnya milik atau berada dalam wilayah teritoriNKRI berarti dikuasai, diatur, dikelola, dan didistribusikan oleh negara atau pemerintah dengansegenap lembaga pengelolanya untuk dipergunakan bagi memakmurkan atau mensejahterakanrakyat Indonesia seluruhnya.

Pemerintah kabupatenMadina dengan segenap lembaga pengelolanya dapat dipergunakan sebagai produsen komoditas di beberapa sektor yangmemakmurkan atau mensejahterakan rakyat Indonesia seluruhnya. Melihat potensinya di Mandailing Natal, maka kekayaan alam inimestinya dapat menyumbang perbaikan kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan baik.Tentu saja harus disertai pengawasan khusus yang superketat. Dengan menarik perbandingandengan negara peradaban di eropa seperti Belanda. Upaya pelegalan penggunaan ganja telah lama dilakukan.

Tercatatbeberapa negara telah memberikan ijin untuk penggunaan ganja dalam batastertentu, salah satunya adalah Belanda. Negara ini tercatat sebagai salah satunegara yang telah melegalkan pemakaian maupun penjualan ganja. Karena dari hasil penelitian mengenai manfaat ganja. Hasilnya, dari segikesehatan, ganja mampu memberikan manfaat yang baik untuk mengobatibeberapa macam penyakit, salah satunya adalah penyakit nyeri neuropatik (nyeriakibat kerusakan saraf). Selain bagi dunia kesehatan, ganja juga memilikimanfaat dalam segi industri, berbagai bagian tanaman ganja dapat dimanfaatkandalam pembuatan tekstil, kertas, cat, pakaian, plastik, kosmetik, bahan makanan,pakan ternak dan produk lainnya.

Dalam hal pengawasan, pemerintah Belanda melakukan dengan sangat ketat terhadap peredaran obat-obatan. Orang dengan kategori remaja 18 tahun kebawahbelum dan tidak bisa menikmati rokok dan alkohol walaupun di sana penjual rokok dan alkoholdapat di akses secara bebas. Kalau terjadi pelanggaran terhadap aturan yang berlaku, penjual akandikenai sanksi hukum yang berat.Dalam hal perubahan kebijakan terkait ganja, Indonesia tampaknya masih tertinggal dibanding negara-negara tetangganya. Di Filipina, misalnya, sebuah rancangan undang-undang untuk melegalkan penggunaan ganja secara medis diusulkan pada tahun 2014 oleh Rep Rodolfo Albano III. Begitu juga salah satu contoh obat yang berbahan baku ganja dan telah beredar secara legal di NegaraInggris adalah sativex.Sativex Sklerosis Multipel difokuskan pada dua gejala utama, nyeri dan kelenturan (kaku diotot). Pemerintah Inggris mendorong studi Sativex untuk gejala Sklerosis Multipel. Sklerosis Multipeladalah penyakit yang sangat kompleks, dengan setiap pasien memiliki pola individual kerusakan pada sistem saraf.

Pembuat kebijakan sebaiknya mempertimbangkan aspek ekonomi dari produksi dan distribusi ganja, yang dipengaruhi oleh stabilnya angka permintaan pasar, yang kemudian terpelihara dengan adanya kompleksitas hubungan dagang antara organisasi legal. Terutama untuk alasan keuntungan ekonomi ataupun penghidupan. Lembaga-lembaga publik semestinya memperhitungkan keuntungan tersebut sebelum melakukan kegiatan penelitian untuk merancang kebijakan atau evaluasi. Dengan ini, kebijakan (alternatif) yang terbentuk akan bebas dari pengaruh prasangka politik atau ideologi.

Secara lebih spesifik ada dua jenis ganja yang berpotensi untuk dimanfaatkan yaitu Hemp(ganja industri) dan Marijuana (ganja konsumsi). Adapun Perbedaannya adalah dalam penggunaannya, hemp (ganja industri) dan Marijuana keduanya berasal dari tanaman yang samaCannabis Sativa L. Istilah ‘Hemp’ biasanya mengacu pada penggunaan industri/komersial daritangkai dan biji ganja untuk tekstil, makanan, kertas, produk perawatan tubuh, deterjen, plastikdan bahan bangunan.

Ganja adalah tanaman yang sering dipandang negatif oleh masyarakatdunia. Hal ini dikarenakan pengetahuan tentang tanaman ini sangat jarang sampaikepada masyarakat umum, baik mengenai jenis-jenis maupun pemanfaatannya.Akan tetapi, dibalik image negatif dari tanaman ini, terdapat nilai-nilai positifyang tidak mendapat expose yang cukup. Banyak pihak yang sudah menyadariakan hal tersebut. Beberapa diantaranya berusaha untuk menyebarluaskaninformasi terkait pemanfaatan ganja secara positif, bahkan berusaha untukmembawa ganja ke dalam kehidupan masyarakat luas sebagai komoditas yanglegal dan berdaya guna tinggi.

Dengan terbatasnya karya penelitian atau karya sastra dalam topik penggunaan ganja (secara tradisional), sebagian besar responden lokal yang ada di Aceh, ketika ditanya tentang ganja, merujuk pada beberapa kitab seperti Mujarabat dan Tajul Muluk, yang memberikan landasan-landasan agama untuk penggunaan ganja secara medis. Kitab-kitab ini, diterjemahkan dari Bahasa Melayu kuno pada abad ke-16, mengemukakan bahwa tanaman ganja adalah sebuah obat herbal yang penting untuk mengatasi berbagai penyakit seperti diabetes, (Ungkap Dhira Narayana: Koordinator nasional Lingkar Ganja Nusantara). Kitab-kitab tersebut mengemukakan bahwa ganja medis dapat digunakan untuk mengobati penyakit ‘darah manis’, dianggap sama dengan diabetes. Walaupun ganja biasanya tumbuh di bagian utara pulau Sumatera, beberapa dokumen mengemukakan bahwa tanaman ganja juga tumbuh di wilayah lain Hindia Belanda seperti di wilayah Batavia (Jakarta), Buitenzorg (Bogor) dan Ambon.***

 

Penulis adalah Dosen STAIN Madina

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *