SP3-Kan Kasus, IMM Dukung Kapolda Sumut Evaluasi Kapolres Tapsel

Medan – Patennews.com: Kasus perambahan kawasan hutan lindung berlokasi di desa Batangtura Julu, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan yang didalami hampir lima bulan di Polres Tapanuli Selatan dinilai belum menemukan titik terang.

Mirisnya lagi, pihak Polres Tapanuli Selatan ditengarai telah mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau lazim disingkat (SP3) atas kasus diduga tindak pidana khusus itu.

Tak pelak, hal SP3 itupun mengundang kritik dari Dewan Pimpinan Daerah IMM Sumatera Utara (DPD IMM SUMUT), Zikri Azizan Lubis sebagai Ketua Bidang Lingkungan Hidup di organisasi kemahasiswaan tersebut. Kamis (30/1).

Ditegaskan Zikri Azizan Lubis, bahwa kinerja Polres Tapanuli Selatan dalam penanganan kasus perambahan hutan itu, selain lamban juga terlalu gegabah dalam menetapkan status SP3.

“Sebelumnya kita optimis Kapolres AKBP Irwa Zaini bersama satuan terkait di Polres Tapsel mampu bersikap profesional, menjunjung tinggi Standar Operasional Prosedur (SOP) Manajemen Penanganan Tindak Pidana Perkap Polri Tahun 2012, dan terpenting lagi diharapkan mampu menerjemahkan yang disampaikan Bapak Kapolda Sumatera Utara beberapa waktu lalu bahwa tidak ada tempat bagi penjahat di Sumatera Utara,” ungkap Zikri mengurai.

Diingatkannya, bahwa sebelumnya Polres Tapanuli Selatan, persisnya pada, 6 agustus 2019 lalu, telah mengamankan barang bukti (BB) serta memasang police line di alat berat jenis bekho yang diduga milik Dinas Pekerjaan Umum Kota Padangsidimpuan di TKP, Desa Batangtura Julu, dimana lokasi lahan diduga kuat berstatus hutan lindung bila dirujuk pada Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : SK.1076/MenLHK PKTL/PLA/2/3/2017.

“Tepatnya posisi excavator bakhoe pada titik koordinat 1°33’00.3″N 99°26’01.1″E dan 01°32’41.14″N 99°18’35.36″E serta dinilai kuat persis berdekat dengan kebun kopi milik Walikota Padangsidimpuan,” bebernya.

Menurut pantauan, rincinya, sejak kasus penangkapan itu sampai berjalan kasus tersebut, pihak Polres Tapanuli Selatan tak terbuka. “Kami mengamati Polres tidak pernah melakukan press release terhadap penjelasan perkembangan dan status penangkapan serta pemeriksaan. Seterusnya Barang Bukti (BB) Backhoe merk CAT type Long-Arm yg sudah dipasang Police Line itu,”ulas Zikri.

Tak hanya itu, diduga kuat BB dibawa tapi tidak dititipkan di Gudang Penyimpanan Polres. “Malah ditengarai kuat disembunyikan di gudang swasta. Kalau sperti inikan ada yang aneh dalam perjalanan kasus pidsus itu,” cuitnya.

Oleh karena itu, secara Khusus, IMM Sumut mendukung Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin, M.Si agar mengevaluasi kinerja Kapolres Tapanuli Selatan beserta jajaran terkait penanganan kasus dugaan perambahan hutan tersebut.

“Kita Dukung Penuh langkah Pak Kapolda untuk tetap menjaga nama baik Kepolisian di Daerah Sumatera Utara dan dari alasan-alasan diatas menurut kami cukup beralasan hukum untuk kasus tersebut dilanjutkan untuk kemudian didalami di Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara. Tidak ada tempat bagi penjahat di Sumatera Utara harus dipahami sebagai motivasi agar Kepolisian senantiasa bekerja secara Profesional, Modren dan Terpercaya,” tutupnya. (dra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *