Digadang-gadang Maju Pilkada Medan 2020, Mas’ud: Itu Hak Rakyat

Patennews.com: Derasnya arus keinginan masyarakat agar Muhammad Mas’ud Silalahi maju sebagai Balon Walikota Medan dalam kontestasi Pilkada  Serentak Tahun 2020, belakangan disikapi apresiatif oleh sosok yang bila maju sebagai balon walikota merupakan kontestan termuda se-Indonesia itu.

“Sampai saat ini, saya belum pernah memberikan pernyataan maju sebagai konstestan Pilkada Kota Medan Tahun 2020,” kata Mas’ud Silalahi saat disambangi wartawan dan disinggung derasnya harapan masyarakat agar dirinya maju sebagai Bakal Calon (Balon) Pilkada Kota Medan, Senin (14/10).

Namun terkait harapan masayarakat tersebut Mas’ud memberikan tanggapan apresiatif.  “Jujur  memang saya sangat terharu dan apresiasi atas dukungan-dukungan masyarakat yang terus mengalir hingga saat ini terhadap dirinya. Bahkan ada yang telah membentuk tim untuk mengumpulkan KTP sebagai dukungan,” urainya.

Di satu sisi lainnya, jelas Pria berdarah batak tesebut, dari arus keinginan masyarakta itu dapat dilihat ada titik kejenuhan masyarakat dalam menghadapi kontestasi  pilkada, yang adagiumnya sudah terbangun sebagai money politik. Dan sikap masyarakat untuk melakukan perubahan di ranah politik. “Itu hak rakyat…!” tegasnya.

Dan Yang bisa ditangkap keinginan masyarakat itu juga ,  bahwasannya ada harapan besar kalau balon pilkada tak harus miliarder. “Masyarakat menginginkan sosok orang biasa yang nantinya bisa menghasilkan kebijakan luar biasa terhadap masyarakat yang dominan adalah orang-orang biasa,” sebutnya.

Ditegaskannya, belakangan ini ada kebablasan politik di negeri ini, tontonan para pejabat hasil pilihan rakyat lebih cenderung kebijakannya menguntungkan kepada kelompok atau golongan tertentu, khususnya terhadap kebijakan yang menguntungkan pendukungnya.

“Harusnya sebagai pejabat negara yang menggunakan uang rakyat, kebijakannya lebih kepada memihak rakyat. ARtinya pejabat harus mampu berdiri diatas semua golongan atau elemen masyarakat. Sebagaimana Pancasila sebagai landasan idiologi mengakomodir seluruh kepentingan rakyat,” tandas pria yang akrab di sapa Mas’ud itu.

Kalau polarisasi politik masih mengikuti cara-cara lama, yakni, mendukun dan memilih calon yang diusung Partai Politik (Parpol), maka secara otomatis hak politik rakyat juga terkebiri untuk bisa mendudukan calonnya.

Oleh karena itu masayrakat harus punya politicalwil yang kuat untuk mengusung calonnya. Apalagi regulasi pilkada memberikan peluang untuk bisa mendudukan calonnya melalui opsi calon independen. “Masyarakat harus kompak untuk berperan aktif dalam pilkada, tentunya demi kemajuan negeri ini, perkuatlah jalur politik yang bisa mengakomodir  hak kita yakni jalur indpenden. Kalau bukan kita mulai dari sekarang, siapa lagi yang akan memulainya,”  urai Mas’ud memahamkan wawasan politik.

Terhadap dukungan yang mengahlir akhirnya, Masu Silalahi mengucapkan ribuan terimakasih. “Bagi masyarakat Kota Medan yang telah mengusung dan mendukungnya saya ucapkan terimakasi. Dan apresiasi yang sebesarnya buat saudara-saudaraku,” tutup Mas’ud. (dra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *