Yose Saragih: Pendekatan Morfologi, Suku Batak Condong ke Timur Tengah

Medan-Patennews.com: Perkembangan ilmu linguistik yang cabangnya adalah morfologi, tampaknya dapat dijadikan pendekatan secara  keilmuwan untuk menilisik atau menemukan petunjuk terang, asal muasal suatu suku atau budaya.

Sebagaimana Suku Batak ditelaah ilmuwan dan Budayawan, M Yoserizal Saragih M.I.Kom lewat pendekatan ilmu morfologi, ditemukan kecondongan kepada kebudayaan masyarakat Timur Tengah. Artinya petunjuk dari cabang ilmu lingusitik tersebut Suku Batak berasal dari Timur Tengah.

“Morfologi adalah ilmu bentuk kata  yang merupakan cabang linguistik untuk mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Atau mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata,” kata M Yoserizal Saragih M.Ikom yang kini sedang menyelesaikan program doktoral ilmu komunikasi, Selasa (3/9).

Sehingga jika ditinjau dari ilmu morfologi, sebutan-sebutan atau kata perkata dalam bahasa batak yang condong ke Timur Tengah, seperti halnya sebutan parmalim diidentifikasi condong kepada  sebutan mualim yang maknanya adalah orang yang berilmu.

Begitu juga sebutan nama-nama tempat di wilayah tanah batak, seperti sebutan Karo  didentifikasi lebih dekat dengan nama sebutan tempat di Timur Tengah yakni Kairo, begitu juga sebutan Porsea teridentifikasi dekat dengan sebutan Persia, Samosir mendekati dengan sebutan Mesir.  Balige dekat dengan sebutan Baligh yang dalam bahasa Arab artinya pertemuan atau persinggahan.

“Masih banyak lagi satuan-satuan kata dasar dalam Bahasa Batak yang seluk beluknya mendekati bahasa di Timur Tengah,” tegas M. Yose yang juga tokoh spiritual sembari menambahkan, Kesimpulannya jika Bapak Manusia adalah Adam yang diturunkan di Timur Tengah, maka wajarlah bahasa pun mendekati dengan bahasa dari tanah gurun pasir tersebut.

Ditambahkan pria dengan sapaan akrab M. Yose Saragih yang juga merupakan keturunan dari Parsadaan Raja Ni Ambaton (Parna) atau kumpulan para raja-raja Batak masa lalu itu menjelaskan, selain tinjauan morfologi, majunya sebuah budaya atau suku juga dapat dilihat dari peninggalan aksara atau sistem tulisannya

“Bentuk aksara Batak lebih dekat dengan bentuk aksara dari Timur Tengah atau serumpun dengan aksara di negara-negara arab. “Untuk memastikannya boleh kita telilti atau telaah dari Pustaha Laklak,” ungkap Yoserizal Saragih Sitanggang Lipan.

Bukan cuma dari tinjauan morfologi atau pendekatan aksara, adat budaya Batak juga dekat dengan budaya di Timur Tengah. Seperti bendera batak yang warnanya adalah merah, putih dan hitam, sebagaiaman bendera mesir yang juga berwarna merah, putih hitam.  (anto).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *