Disela Pelantikan ISNU, Alumni : Menwa Harus Terdepan Lawan Hoax

Medan – Patnnews.com: Ada sisi menarik disela-sela pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (PW ISNU Sumut). Di antaranya, menjadi ajang ketemunya para sarjana yang ketika kuliah menjadi fungsionaris Resimen Mahasiswa (Menwa).

Menariknya lagi, mantan fungsionaris menwa yang kini tergabung dalam ISNU tersebut memunculkan ide,  agar kejayaan menwa di tengah-tengah masyarakat kampus untuk bela negara berkibar kembali. Bahkan diisyarakatkan agar menwa menjadi garda terdepan melawan hoax, yang beberapa negara telah dihancurkan.

“Perlu  adik-adik menwa sekarang ini, khususnya Batalyon C UIN SU agar diakomodir kemampuannya untuk lebih kreatif di lingkungan satuannya. Gimana kalau menurut, Pak Ahmad Jabidi Ritonga,” kata M Yoserizal Saragih S.Ag, M.I.Kom, memulai perbincangan usai pelantikan ISNU Sumut, di loby hotel Madani Medan, Senin (1/4).

Menyambut perbincangan itu, Ahmad Jabidi Ritonga yang juga Stafsus (Staf Khusus) Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi  Menristek Dikti RI mengatakan, memang itu kita rasakan, terlebih ketika masuk kampus. “Sepertinya banyak hal yang harus dimantabkan ditubuh menwa, mulai dari mindset, pendidkan dan latihan (Diklat),” ucapnya dalam perbincangan itu.

Kembali, M Yoserizal Saragih yang kini sebagai Komandan Satkorwil BANSER NU Sumatera Utara menyoal.  Apa memungkinkan kalau diklat menwa dikembalikan ke Rinit Infantri Daerah Militer I Bukit Barisan (Rindam I BB). “Sehingga patriotisme mahasiswa untuk bela negara lebih mantab lagi,” urainya.

“Cocok juga itu, komandan (red, sapaan akrab M Yoserizal Saragih). Apalagi hal itu sinkron dengan program Nawa Cita, terkhusus pada point ke delapan, yang cukilannya menyinggung kurikulum pendidikan nasional yang mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan yang di antaranya menempatkan nilai patriotisme,” sambut Jabidi Ritonga menanggapi.

Tak hanya itu, M Yoserizal Saragih yang juga Ketua Dewan Pakar ISNU Serdang Bedagai (Sergai) periode 2015-2019 menyatakan, pertahanan negara era kekinian seperti tercabik-cabik dengan berita hoax. “Di sini idealnya mewa harus berperan aktif sebagai masyarakat kampus atau agen of change dalam melawan hoax. Telebih berita bohong itu kebanyakan diarahkan kepada  Bapak Presiden RI, Ir H Joko Widodo (Jokowi)  selaku kepala negara,” urainya.

Sangat brilian ide itu, sambut A Jabidi Ritonga menangkap sinyal positif dari rekannya yang akrab disapa Komandan tesebut dan pernah sama-sama menjadi fungsionaris menwa didikan Rindam I BB. “Memang era infromasi saat ini, perang bukan lagi hanya angkat senjata, bahkan perang melawan hoax sama pentingnya . Terlebih lagi banyak negara hancur dimulai dari pemberitaan hoax. Di sinilah peran menwa sangat strategis, dan harus jadi garda terdepan lawan berita hoax,” ulas pria yang kini Caleg DPRRI Dapil Sumut 3.

Kemudian lagi, M Yoserizal Saragih yang merupakan Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FIS UIN SU) menegaskan, sebagai anak bangsa marilah kita untuk sama-sama mau mendalami semua informasi atau berita yang sampai ke kita. Sehingga kita terhindar sebagai penebar atau penerima berita hoax.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *