Tak Salurkan CSR, PT Taipan Nadenggan Digeruduk 

Paluta- Patennews.com : Ratusan orang menamakan diri Aliansi Mashasaiswa Pemuda Masyarakat Bersatu (AMPMB) Padang Lawas Utara (Paluta) mendatangi alias menggeruduk PT Taipan Nadenggan.

Pasalnya, pihak perusahaan yang bergerak di bidang Perkebunan Kelapa Sawit itu dinilai tak menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) atau dana tanggungjawab sosial perusahaan.

Pantauan wartawan, (26/10), aksi yang digelar AMPMB itu diwarnai dengan pembakaran ban, dan diriring penyamapain tuntutan, serta yel-yel dari para peserta aksi.

Sudah 2 tahun belakangan pihak perusahaan tak melaksanakan CSR, kemudian kami meminta agar kegiatan pelaksanaan CSR dilakukan langung oleh masyarakat penerima. Bukan dilansaknakan oleh pihak ketiga.

“Kita meminta perusahaan untuk menyerahkan dana CSR kepada masayarakat agar dilakukan berbagai kegiatan oleh masyarakat tersebut,” bilang Hatobangan menyampaikan pernyataan sikap saat aksi tersebut.

Kemudian peserta aksi, yang merupakan tokoh adat setempat itu juga memimnta agar rekrutmen tenaga kerja perusahaan dilakukan terhadap 9 warga desa seputaran perkebunan kelapa sawit itu.

Selain itu, ada 12 tuntan lainnya yang disampaikan warga, antara lain, realisasi kebun plasma dari kebun inti, pendidikan kesehatan infrastruktur jalan dan prasarananya.

Selanjutnya meminta PT Taipan Nadenggan agar melakukan penananaman Kelapa Sawit di sekitar Sungai sesuai dengan peraturan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Adapun tuntutan selanjutnya yakni meminta kepada perusahaan auntuk mengembalikan lahan warga yang tidak diganti rugi, persisnya diseputar Kecamatan Halongonan Timur dan tanah masyarakat desa Batang Nadenggan Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel).

Kemudian lagi warga menuntut agar pemortalan di desa-desa dibuka untuk umum, HGU secepatnya diukur ulang, juga memprotes agar parit pringgan yang membatasi lahan tidak terlalu dalam, karena membahayakan anak-anak saat musim penghujan.

Tak hanya itu, massa APMB juga meminta perusahaan melakukan pengaspalan jalan dari depan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sampai ke jalan lintas, serta penggantian atap seng di desa Huta Baru Nangka karena asap seng.

Selain itu, warga juga menuntut agar pihak perusahaan memperbaiki parit disepanjang jalan untuk mengantisipasi agar air tidak meluber. Serta meminta TNI dan Polri yang bertugas diperkebunan tersebut untuk dikembalikan ke institusinya.

Belakangan warga mengecam kalau perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit dan produksi CPO, itu juga mengganggu ternak warga.

Menyikapi itu Anggota DPRD Kabuaten Paluta Samsul Daulay mengatakan, agar pihak perusahaan memenuhi tuntutan masyarakat yang terbilang masih normatif tersebut.

“Kalau yang dituntut CSR itukan wajar, apalagi penggelontran dana perusahaan untuk sosial masyarakat tersebut juga ada payung hukumnya. jadi wajar hal itu jadi tuntutan warga,” ungkapnya.

Dia menjelaskan kalau persoalan warga dengan PT Taipan Nadenggan tersebut juga telah dibentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengkaji dan membahas persoalan tuntutan warga itu. (STPH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *