Penampakan Hantu Baju Gamis di RS Haji Medan

Medan-Patennews.com| Makhluk astral atau yang dikenal dalam kitab suci umat Islam adalah golongan makhluk Jin yang juga sama-sama ciptaan Tuhan, keberadaannya memang tak bisa dibantahkan, namun sulit untuk dibuktikan.

Namun terkadang antara manusia dan Jin yang mendiami bumi ini dan beda dimensi tersebut saling bertemu, hingga memunculkan pesan dan kesan seperti hendak saling membuktikan informasi dari kebesaran kitab yang hinga kini tak satupun manusia mampu membuatnya itu.

Salahsatu bukti kemunculan makhluk astral itupun disaksikan oleh Jhoni warga jalan Halat Kota Medan. Persisnya saat dirinya menemani keluarganya yang sakit di RS milik pemerintah Provinsi Sumut itu, saat   pukul 22.30  dini hari perutnya keroncongan dan terasa sangat lapar.

“Malam kedua saat saya menjaga mertua yang kebetulan rawat inap di RS tersebut, pas jam setengah 12 malam perut terasa lampar, sehingga saya pun bergegas keluar mencari makanan, ke jalan pancing dengan mengendarai sepeda motor yang sejak sore saya parkir di RS itu,” ungkap Jhoni menceritakan ikhwal ketemunya dengan Jin berbaju Gamis itu, baru-baru ini.

Memang saat keluar dari kamar mertua untuk mencari makanan, lanjut Jhoni, begitu berjalan dilorong-lorong kamar rumah sakit itu bulu kuduk merinding. Tetapi tak melihat sesuatu yang aneh saat pergi mencari nasi goreng.

Barulah saat pulangnya, beber Jhoni, saat membawa nasi goreng dan menyusuri lorong-lorong kamar RS itu terlihat sosok hantu mengunakan baju putih dan berjilbab, lagi menuntut pasien dengan kursi roda yang juga tampak berhijab.

“Saya semakin yakin kalau itu adalah hantu, soalnya waktu itu sekira jam 24.00 WIb, dari jarak sekira 10 meter di depan saya sosok suster berhijab dan pasiennya yang berhijab itu berjalan di depan saya, namun dikala lorong itu menikung dan kemudian saya yang memang searah perjalananya juga ikut menikung, tidak menemukan lagi dua sosok wanita itu, dan tiba-tiba buluroma merinding dan kepala terasa besar,” bilangnya.

Namun, lanjutnya, sambil berusaha menenangkan diri dan membaca ayat-ayat alquran yang saya ingat, saya tetap melanjutkan perjalanan dan berpikiran positif kalau itu adalah perawat. “Tapi ketakutan tak bisa lagi terelakan, begitu melintasi tikungan dan melewati 4 kamar semuanya mati lampu. Logika sayapun berubah drastis dan makin yakin kalau sosok behijab tadi bukanlah perawat yang membawa pasien, sebab kamar tidak ada yang berisi dan kamar ke lima adalah mertua saya,” ungkap Jhoni.

Menanggapi kejadian itupun tokoh spiritual Jarmadi mengatakan yang namanya hantu itu ada, dan kalau tak percaya berarti beragamanya kurang pas. “Dalam al-Quran makhluk itu dikenal dengan JIN. Tetapi karena memang alamnya berbeda sulit untuk dibuktikan, apalagi dengan metode ilmu pengetahuan yang memang produknya manusia,” urainya.

Akan tetapi kalau pembuktiannya bukan lewat metode ilmiah, pasti bisa dibuktikan. “Contohnya sudah banyak orang yang melihat, apakah itu bukan bukti,” tegasnya, sembari menambahkan, benarlah apa yang menjadi kalam Tuhan.

Kalau mau berpikir dan bertindak religi, keberadaannya tak perlu menjadi momok atau ditakuti, sebab kedua makhluk ciptaan itu sudah disiapkan Tuhan alamnya. “Dan dalam perjalanan panjang sejarah para nabi, tak satupun makhluk ini bisa membunuh manusia. Malah sebaliknya, Jin yang mencoba mengganggu di alam manusia bisa celaka dengan dibacakan ayat-ayat Nya,” urai tokoh spiritual tersebut.

Begitu juga dari derajat penciptaan, sesungguhnya Manusia itu adalah khalifah di muka bumi ini, jadi makhluk lain, derajatnya pasti di bawa manusia. “Hanya saja manusia itu sendiri kadang-kadang merendahkan derajatnya sendiri hingga dibawa mereka (red, Jin), dengan menjadi pemuja para makhluk yang sama-sama dicpitakan tersebut,” tegas Jarmadi memahamkan makhluk-makhluk ciptaan Tuhan.

Kalau dari kacamata supranatural, sambung Jarmadi, para makhluk Jin itu kehidupannya juga seperti manusia, mengelompok dan bergolong-golongan. Ada yang beragama Islam ada juga yang beragama lainnya. Ada yang baik dan ada yang jahat serta nakal.

“Karena itu, selalulah memohonkan perlindungan kepada Tuhan dari segala bentuk kejahatan di dunia baik alam manusia maupun dari kejahatan dan kenakalan Jin. Dan Kita sebagai makhluk derajat tertinggi harus bisa menapikan kalau pertemuan dengan makhluk Jin itu, sebagai bukti bahwa ghaib itu ada, dan Allah lah yang maha ghaibnya,” tukasnya. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *