Menerawang Hantu Tol Penyeberangan Kampus UNIMED-UINSU Suka Ganggui Pengendara

“Tolong Panggilkan Istri dan Anakku Ada yang Mau Kusampaikan”

Medan – PNC :  Era 90-an lokasi jembatan penyeberangan Jalan ToL Belawan Tanjung Morawa (Balmerah), persisnya di Jalan Medan Estate yang memisahkan Kampus UNIMED dan UIN serta Desa Laudendang Percut Seituan, Deliserdang. Bagi anda di saat itu tergolong usia muda, mungkin mengenal bahwa lokasi tersebut menjadi tempat penembakan para bandit.

Menurut mantan Satpam di UIN salahsatunya adalah Sardin mengatakan, tahun 1990-1998 kebetulan saya bertugas sebagai sekuriti di UIN Sumut. “Yang paling terkenng bagi saya saat bertugas itu, hampir tiap malam terdengar suara jeritan minta tolong di atas jembatan tol penyeberangan jalan Medan Estate Psr 5 tersebut, sambil diiringi letusan senjata api atau tembakan,” ungkapnya.

Kemudian pagi harinya,  sambung Sardin, satu orang mayat tanpa identitas telah terkapar bersimbah darah di dekat jembatan itu, yang sekarang menjadi komplek perumahan terbilang mewah tersebut, dan beberapa jam kemudian sekira pukul 10 pagi terlihat mobil ambulans rumah sakit menjemput mayat untuk dikebumikan.

Anehnya, lanjut, Sardin kalau kejadian itu seperti semacam menjadi trauma bagi saya. “Setiap melintas di lokasi tersebut macem ada yang memanggil-manggil minta tolong,” ucapnya sembari menambahkan, sehingga sampai saat ini saya memilih menghindar melintasi jalan tersebut.

Sementara Ki Bagus Wanto salahsatu paranormal yang usianya relatif muda, dan jika dikaitkan dengan peristiwa erra 90-an tersebut terbilang tidak mengetahui kejadian itu, namun menurut terawangannya dan komunikasi dengan arwah di jembatan penyeberangan Tol yang menghubungkan Desa Medan Estate dan Laudendang itu, secara gamblang mampu di tamsilkannya.

“Dari beberapa orang bandit yang ditembak itu, ada 1 pria yang saat ditembak itu memiliki anak baru berusia 3 bulan, sehingga dia sangat tak terima nyawanya dijemput paksa. Itulah yang kini kerap menganggu para pengendara,” ujarnya.

Sambil menarik nafas dalam dan sedikit menahannya serta memejamkan mata, Ki Bagus mengatakan, kalau sebenarnya arwah yang gentayangan itu bukan berniat mengganggu, namun dia ingin menyampaikan agar istrinya tak lagi menunggunya, dan minta tolong agar pesannya disampaikan.

Peristiwa yang terbilang seperti mengganggu para pengendara itu akan terus berlangsung, sebut Ki Bagus Wanto, selama istri dan anaknya belum datang menyambangi lokasi itu. “Tentunya harus didampingi paranormal yang mampu berkomunikasi dengan arwah,” rinci Ki Bagus yang terlihat matanya dipejamkan, seperti sedang melakukan komunikasi dengan makhluk di alam lain.

“Tolong panggilkan istriku ada yang mau kupesankan dan jangan lupa bilangkan supaya juga membawa anak kami,” ucap Ki Bagus yang mengaku menirukan bahasa makhluk dimensi lain itu kepada kru media PNC.

Apa tak ada cara lain KI (sapaan akrab Ki Bagus Wanto) agar arwahnya tenang, cecar kru PNC,  kalau secara keyakinan beragama itu tentunya pasti ada cara. “Masalahnya, siapa yang mau menyampaikan pesan kepada istrinya yang saat ini tinggal di Kepulauan Riau (Kepri),” sebut Ki Bagus menyoal.

Mana tau anak ada rezeki dan ringan langkah serta berjodoh, terang Ki Bagus, dan bila ada kesempatan main-main di Kepri kalau ketemu wanita bernama Faridah yang kini usianya berkisaran 49 tahun, coba ajak ngobrol apakah pernah ditinggalkan suaminya dan hingga kini tak pulang-pulang.

Dana kalau itu anak temui di Kepri, bilang KI Bagus, sampaikan seja pesan kalau dirinya selama 3 malam berturut-turut laksanakan sholat tahajud, kemudian kirimkan bacaan al-Fatiha kepada almarhum suaminya dan mohonkan ampunannya kepada Tuhan. “Yang sangat baik melakukannya sebetulnya anaknya, namun kitakan belum tahu apakah anaknya juga masih hidup,” tutup Ki Bagus Wanto. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *